Dalam bacaan hari ini, Ayub menyebutkan dosa-dosa yang ia jauhi dan memohon agar Allah mengadilinya dengan adil. Kemudian Elihu, seorang yang lebih muda, berbicara dengan tegas—menegur Ayub karena membenarkan dirinya sendiri, sekaligus menegur para sahabat karena nasihat mereka yang tidak memadai. Dalam hal ini, Elihu benar: ia menekankan bahwa Allah berbicara melalui berbagai cara, mendisiplin umat-Nya untuk membawa keselamatan, dan selalu bertindak dengan keadilan yang sempurna.
Bacaan
Ayub 31–34
Refleksi
Bagaimana bagian Firman ini menantang Anda untuk mempercayai hikmat dan keadilan Tuhan, bahkan ketika Anda tidak memahami pergumulan yang sedang Anda alami?
Ya Tuhan, terima kasih untuk saat-saat ketika Engkau berbicara kepadaku melalui penderitaan—ketika Engkau menarik jiwaku kembali “dari liang kubur” dan menyalakan kembali terang serta kehidupan di dalam diriku. Ajarlah aku untuk mengenali suara-Mu, bahkan ketika Engkau menyapaku melalui kesukaran. Amin.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?