Dalam bacaan hari ini, Ayub menantang anggapan sahabat-sahabatnya dengan menunjukkan bahwa orang fasik sering kali hidup makmur dan meninggal dengan tenang, sementara ia sendiri menderita secara tidak adil meskipun hidup dengan integritas. Ia bergumul dengan kesunyian Allah, merindukan keadilan, dan tetap menyatakan keyakinannya bahwa Tuhan melihat baik orang benar maupun orang fasik.
Bacaan
Ayub 21–24
Refleksi
Bagaimana mengingat tujuan Allah yang berdaulat menolong Anda untuk tetap percaya kepada-Nya ketika hidup terasa tidak adil atau membingungkan?
Rasa sakit dan kepedihan hati yang kita alami bukanlah tanpa tujuan—pada akhirnya semuanya akan dipakai Tuhan untuk kebaikan kita dan bagi kemuliaan-Nya.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?