Dalam bacaan hari ini, kita menyaksikan percakapan Ayub dengan dua sahabatnya, Elifas dan Bildad. Di tengah penderitaannya, Ayub tetap mempertahankan ketulusannya, sambil dengan jujur mengungkapkan dukacita, kekecewaan, dan kesedihannya.
Bacaan
Ayub 5–8
Refleksi
Dalam bagian Kitab Suci ini, Ayub dengan terbuka menyampaikan dukacitanya di hadapan Tuhan dan sahabat-sahabatnya. Apa yang dapat Anda pelajari darinya tentang bagaimana meratap dengan jujur di hadapan Allah?
Iblis dengan giat terus-menerus menuduh orang-orang percaya di hadapan Allah.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?