Membaca Alkitab, hari ke 151

Dalam Ayub 9–12, kita melihat Ayub bergumul dengan misteri penderitaannya. Ia mengakui kuasa dan keadilan Allah, namun juga bergulat untuk memahami bagaimana manusia yang terbatas dapat berhadapan dengan-Nya. Sementara Ayub meratapi keadaannya dan mengungkapkan keputusasaan, sahabat-sahabatnya kembali menegaskan bahwa Allah itu adil dan menyimpulkan bahwa penderitaan Ayub pasti akibat dosa—seraya mendesaknya untuk bertobat.

Bacaan

Ayub 9–12

Refleksi

Dalam pasal 12, Ayub menyoroti kuasa dan keadilan Tuhan. Bagaimana sifat-sifat Allah yang sempurna ini dapat menghibur hati Anda, bahkan ketika dunia di sekitar terasa gelap dan penuh luka?

Ya Tuhan, tidak ada batas bagi kedaulatan-Mu. Tangan-Mu yang tak terlihat bekerja di balik naik turunnya lembaga dan bangsa-bangsa. Para pemimpin dunia mungkin menganggap diri mereka berkuasa, namun sesungguhnya mereka tunduk pada kehendak-Mu. Mereka sering tidak melihat apa yang terjadi di sekeliling mereka dan tidak tahu ke mana harus melangkah; mereka goyah dan tidak dapat diandalkan. Dan semua ini terjadi di bawah kendali-Mu. Amin.

Ada hari yang terlewat?

Lihat arsip bacaan harian

Hal untuk Direnungkan

Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?

Silakan masukkan email Anda. (Tidak akan ditampilkan secara publik)