Dalam 1 Samuel pasal 1–3, Hana dengan sungguh-sungguh berdoa meminta seorang anak, dan Tuhan menjawab doanya dengan memberikan Samuel, yang kemudian ia persembahkan untuk melayani Tuhan. Ketika masih kecil, Samuel menerima panggilan ilahi dari Tuhan, yang menandai awal pelayanannya sebagai nabi.
Bacaan
1 Samuel 1–3
Refleksi
Dalam 1 Samuel 1:10–16, Hana mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan dengan jujur, tanpa rasa malu. Kapan terakhir kali kamu datang kepada Tuhan dalam doa dengan kejujuran yang sedalam itu? Luangkan waktu hari ini untuk berlutut di hadapan-Nya dengan hati yang penuh hormat dan terbuka.
Setelah mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan, Hana memilih untuk menyembah. Walau belum ada tanda apa pun bahwa doa yang begitu putus asa untuk seorang anak telah dijawab, ia tetap memuji Tuhan. Ia memilih untuk mempersembahkan pujian sebagai wujud penyerahan dan iman.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?