Dalam bacaan hari ini, Tuhan memakai Gideon dan hanya tiga ratus orang untuk mengalahkan pasukan Midian yang begitu besar—menunjukkan bahwa kemenangan berasal dari Tuhan, bukan dari kekuatan manusia. Namun, setelah Gideon meninggal, bangsa Israel kembali terjatuh ke dalam penyembahan berhala, dan anaknya, Abimelekh, merebut kekuasaan, membawa kekacauan dan penghukuman di tengah bangsa itu.
Bacaan
Hakim-Hakim 7–9
Refleksi
Dalam bagian ini, kita melihat perbedaan yang mencolok antara Gideon dan Abimelekh dalam hal memuliakan Tuhan. Apakah kamu menggunakan pengaruhmu untuk menghormati Tuhan, seperti Gideon pada masa terbaiknya? Ataukah kamu cenderung memakainya untuk meninggikan diri dan mengendalikan orang lain seperti Abimelekh?
Menjadi persembahan yang hidup berarti menyerahkan seluruh diriku kepada Tuhan. Kehendakku dan perasaanku, kesehatanku dan tenagaku, pikiranku dan setiap kegiatanku—semuanya harus siap dipakai oleh Tuhan, digunakan sesuai kehendak-Nya, untuk menyatakan diri-Nya kepada orang lain.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Skip to main content
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?