Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya untuk apa yang akan segera Dia tanggung. Ketika mereka menginginkan kedudukan terhormat dalam kerajaan-Nya, Yesus mengarahkan mereka kepada inti kerajaan itu dengan menunjuk kepada diri-Nya sendiri sebagai teladan: “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat. 20:28).
Bacaan
Matius 19–20
Refleksi
Dalam hal apa Anda tergoda mencari pengakuan atau kedudukan, daripada mengikuti Kristus dalam jalan pelayanan yang tidak mementingkan diri?
Sebagai anak-anak Allah, kita sedang dibentuk semakin serupa dengan Kristus, Saudara kita. Perlahan tetapi pasti, kehidupan kita semakin menunjukkan ciri-ciri yang nyata dalam diri Yesus—kerendahan hati, hati yang mau melayani, dan kerelaan menderita demi orang lain.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?