Setelah kita mengikuti perjalanan Daud melalui segala suka dan duka hidupnya, kini kita sampai pada kata-kata terakhir yang dicatat tentang dirinya—sebuah pengakuan akan Allah yang setia memegang perjanjian-Nya dan kesadarannya sendiri akan kegagalan-kegagalannya. Walaupun kitab ini tidak berakhir seperti yang kita harapkan, pertobatan Daud di akhir hidupnya kembali menegaskan betapa setianya Allah.
Bacaan
2 Samuel 23–24
Refleksi
Bagaimana kebenaran bahwa anugerah Allah lebih besar daripada dosa Anda memberi pengharapan bagi kegagalan atau kesalahan masa lalu Anda?
Daud memahami bahwa Allah tidak mencari tindakan keagamaan atau kesalehan lahiriah. Persembahan yang sungguh Allah kehendaki adalah hati yang rendah dan remuk.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?