Daud adalah pemimpin yang berbakat dan seorang yang berkenan di hati Allah, tetapi ia bukan Mesias. Kemenangannya justru membuatnya rentan terhadap dosa. Meski akibat dari satu momen kenikmatan pribadinya terasa sampai ke generasi-generasi berikutnya, kisah Daud tetap menyatakan bahwa anugerah dan belas kasihan Allah tersedia bagi mereka yang merendahkan diri dan bertobat.
Bacaan
2 Samuel 11–13
Refleksi
Kompromi “kecil” apa dalam hidup Anda yang perlahan sedang menuntun Anda menuju kegagalan moral yang lebih besar?
Allah sanggup memakai segala sesuatu dalam diri kita—baik kemenangan maupun kegagalan kita.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?