Tuhan memanggil Abram—bapa bangsa Ibrani dan leluhur dari garis keturunan Kristus—di tengah banyak ketidakpastian. Melalui panggilan itu, Allah membuat perjanjian antara Dia dengan Abram dan keturunannya—dan Abram percaya kepada Allah.
Bacaan
Kejadian 12–15
Refleksi
Apakah kamu menaruh kepercayaanmu pada orang, harta, atau keadaan yang bisa berubah dan hilang, atau kamu berakar pada janji-janji Allah yang tidak pernah berubah? Janji apa yang bisa kamu pegang hari ini dengan penuh keyakinan?
Iman kepada janji-janji Allah membuat Abram rela melepaskan pilihan tanah yang terbaik untuk keponakannya, Lot, dan percaya bahwa Tuhan sendiri akan menyediakan warisan yang tepat baginya (Kejadian 13:1–11).
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Skip to main content
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?