Obaja dan Yunus mengingatkan kita bahwa Allah melihat setiap ketidakadilan dan memanggil umat-Nya untuk berjalan setia bersama-Nya. Melalui Kitab Obaja, kita melihat Allah menegur kesombongan dan kekejaman Edom, sekaligus menegaskan janji pengharapan dan pemulihan bagi umat-Nya. Melalui Kitab Yunus, kita melihat bahwa belas kasihan Allah menjangkau lebih jauh daripada yang kita bayangkan—bahkan ketika nabi-Nya bergumul dengan ketidakrelaan dan kepahitan. Kedua kitab ini mengundang kita untuk menyelidiki hati kita, melepaskan keinginan untuk mengikuti jalan kita sendiri, dan membagikan kebenaran Allah dengan kerendahan hati dan kasih.
Bacaan
Obaja dan Yunus
Refleksi
Dalam bagian mana kesombongan atau keinginan untuk mengendalikan keadaan menghalangi Anda untuk sepenuhnya percaya pada kedaulatan Allah? Bagaimana Anda dapat merespons dengan kerendahan hati dan kasih—bukan kepahitan—ketika Allah menunjukkan belas kasihan-Nya kepada orang lain?
Ketika Allah menyatakan penghakiman, tujuan-Nya adalah pertobatan—bukan penghakiman itu sendiri.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?