Membaca Alkitab, hari ke 192

Pada awal Kitab Pengkhotbah, Salomo merenungkan kefanaan usaha manusia serta kehampaan kenikmatan, harta, dan pekerjaan. Namun di tengah perenungannya, ia juga mengingatkan tentang misteri waktu, anugerah kebersamaan, dan pentingnya menerima serta menikmati berkat-berkat sederhana yang Tuhan sediakan.

Bacaan

Pengkhotbah 1-4

Refleksi

Salomo menggambarkan berbagai usaha manusia sebagai “kesia-siaan” atau tidak bermakna. Apa saja dalam hidup Anda yang akan terasa fana dan tidak memuaskan jika Anda mengejarnya terlepas dari Tuhan?

O Tuhan, betapa aku bersyukur untuk kesatuan dan persekutuan yang bisa kualami dengan-Mu dan sesama karena apa yang sudah Tuhan Yesus kerjakan bagi kami. Kiranya hidupku dapat membuat orang lain rindu untuk memiliki relasi dengan-Mu dan umat-Mu.

Ada hari yang terlewat?

Lihat arsip bacaan harian

Hal untuk Direnungkan

Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?

Silakan masukkan email Anda. (Tidak akan ditampilkan secara publik)