Dalam Nehemia 11–13, kita membaca tentang peresmian tembok Yerusalem yang telah selesai dibangun, serta usaha Nehemia yang berkelanjutan untuk menuntun umat kembali kepada kesetiaan yang diperbarui. Saat ia menegur ketidaktaatan dan memulihkan ibadah yang benar, hati Nehemia tetap teguh di hadapan Tuhan. Kitab ini ditutup dengan doa yang sederhana namun dalam: “Ingatlah aku, ya Allahku, demi kebaikan.”
Bacaan
Nehemia 11–13
Refleksi
Nehemia berulang kali menegur dosa di tengah umat Tuhan. Dalam hidup Anda sendiri, di bagian mana Anda merasakan panggilan untuk kembali kepada ketaatan yang lebih sungguh kepada Firman Allah?
Sulit dipercaya—ketika Nehemia kembali, musuh Allah itu justru sudah tinggal di dalam Bait Allah. Hal ini jelas melanggar perintah Tuhan. Namun di situlah Tobia berada, menempati sebuah ruangan yang diberikan kepadanya oleh seorang imam. Perubahan keadaan ini tentu tidak terjadi dalam semalam. Kemungkinan besar, satu kompromi diikuti oleh kompromi berikutnya—dan terus berlanjut.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?