Membaca Alkitab, hari ke 135

Uzia memulai pemerintahannya dengan mencari Tuhan, dan Allah memberinya kekuatan serta keberhasilan. Namun seiring waktu, kesombongan menyeretnya kepada ketidaktaatan. Anaknya, Yotam, hidup setia di hadapan Allah, tetapi raja berikutnya, Ahas, justru berpaling kepada berhala dan mencari pertolongan melalui bangsa-bangsa asing—sebuah pengingat bahwa warisan yang saleh tidak otomatis menghasilkan hati yang takut akan Tuhan.

Bacaan

2 Tawarikh 26–28

Refleksi

Adakah tanda-tanda bahwa kesombongan mulai menyusup ke dalam hati Anda? Langkah-langkah nyata apa yang dapat Anda ambil untuk tetap rendah hati dan bergantung kepada Tuhan—bahkan di masa-masa ketika Anda sedang mengalami berkat?

Kita saling membutuhkan dengan sesama kita. Kita perlu meluangkan waktu bersama orang-orang yang memiliki hubungan yang hidup dengan Allah, jika kita ingin iman kita sendiri tetap kuat dan sekaligus menolong mereka bertumbuh dalam iman.

Ada hari yang terlewat?

Lihat arsip bacaan harian

Hal untuk Direnungkan

Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?

Silakan masukkan email Anda. (Tidak akan ditampilkan secara publik)