Dalam bacaan hari ini, Yusuf menyatakan jati dirinya kepada keluarganya, dan Firaun mengundang Yakub serta anak-anaknya untuk tinggal di Mesir. Di sana, penyertaan dan rencana penebusan Tuhan tampak begitu jelas—mengingatkan kita bahwa bahkan pada saat penderitaan yang panjang pun tidak pernah sia-sia di tangan-Nya.
Bacaan
Kejadian 45–47
Refleksi
Apakah kamu masih menyimpan rasa sakit hati, sementara mungkin Tuhan sedang menawarkan kebebasan lewat pengampunan dan cara pandang yang baru?
Yusuf melihat tangan Tuhan bekerja, baik di masa sulit maupun di masa kelimpahan. Ia menyadari bahwa rencana Tuhan jauh lebih penting daripada kenyamanan dirinya sendiri. Karena itu, ia dapat mengampuni dan bahkan memberkati orang orang yang pernah menyakitinya.
Ada hari yang terlewat?
Lihat arsip bacaan harian
Skip to main content
Hal untuk Direnungkan
Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?