Membaca Alkitab, hari ke 122

Ketika Daud membawa tabut perjanjian ke Yerusalem, umat merayakannya dengan sukacita dan persembahan, sebagai tanda bahwa penyembahan yang sejati lahir dari hati yang murni dan keterlibatan yang sepenuh hati. Setelah itu, Daud menetapkan ibadah yang terus berlangsung, menunjukkan bahwa kehadiran Allah layak dihormati setiap hari dengan ucapan syukur dan dalam persekutuan.

Bacaan

1 Tawarikh 14–16

Refleksi

Apa saja cara praktis yang dapat Anda lakukan untuk menjalani hidup yang berpusat pada hadirat Allah? Bagaimana Anda dapat menyatakan penyembahan dan ucapan syukur dalam momen-momen sehari-hari—saat makan, berbincang, atau menjalani rutinitas harian?

Orang yang terlebih dahulu memuji Allah sedang menata kembali cara pandangnya, karena ia menempatkan Allah pada tempat yang benar—sebagai Pribadi yang agung, setia, dan penuh kemuliaan.

Ada hari yang terlewat?

Lihat arsip bacaan harian

Hal untuk Direnungkan

Ayat kunci dan kebenaran apa yang Tuhan taruh di hati Anda hari ini?

Silakan masukkan email Anda. (Tidak akan ditampilkan secara publik)